Efek Film Bokep Di Tonton Bersama

Efek Film Bokep Di Tonton Bersama

Efek Film Bokep Di Tonton Bersama – Suatu hari di awal bulan Juli tahun 2000 lalu di rumahku kebetulan sepi. Sore itu ibuku sedang pergi ke luar kota dan ayahku sedang kerja di kantornya. Kuundang kedua temanku yang juga sering kukhayalkan bercumbu denganku. Robby dan Jessica. Mereka berdua sama-sama mempunyai payudara yang sama besarnya dengan punyaku. Kami lalu bertiga menonton VCD yang sengaja kuputar film porno yang kupinjam dari sebuah rental. Kami bertiga duduk berdampingan di kursi sofa. Robby di sebelah kiriku dan Jessica di sebelah kananku.

Pada waktu adegan kedua baru mulai vaginaku sudah terasa basah dan tanganku masuk ke celana jeans pendek ketatku. Kebetulan aku sengaja tidak memakai CD sehingga jariku langsung masuk ke vaginaku dan menggeseknya. Robby melihat perbuatanku dan tangannya juga ikut masuk ke vaginanya sendiri. Tanganku lalu meremas kedua payudaranya yang masih dilapisi kaos oblong yang dikenakannya. Dia tidak menolak dan bibirnya mencium bibirku serta tangannya meremas juga kedua payudaraku. Kami saling meremas dan lidah kami saling menjilat di dalam kehangatan ciuman. Jessica yang berada di belakangku bergabung dengan menempelkan kedua payudaranya ke punggungku. Lalu Robby kutidurkan dan kulepas kaos yang kukenakan.

Efek Film Bokep Di Tonton Bersama – Setelah itu kutindih dia sambil kuciumi wajahnya. Jessica melepas BH-ku dari belakang sehingga aku melepaskan ciuman dari wajah Robby. Aku akan membalik untuk mencium Jessica, tetapi dia dari belakang meremas kedua payudaraku yang sudah telanjang dan tangan Robby melepas retsluiting celana jeans pendek ketatku. Jarinya berusaha masuk ke vaginaku yang bertambah basah.

Tiba-tiba telepon yang ada di rumahku berdering. Aku tanpa memakai pakaian yang tadi dilepas bangkit ke meja telepon. Ternyata telepon dari ayahku yang mengabarkan bahwa dia tidak pulang karena ada urusan. Aku merasa senang dan berencana mengajak Robby dan Jessica menginap di rumahku. Aku meletakkan gagang telepon dan menuju ke kursi sofa. Kulihat Robby dan Jessica sudah sama-sama hanya memakai pakaian dalam saling berciuman dan mencoba melepas BH yang dikenakan. Kukejutkan mereka dan kukatakan bahwa pemainan ini terpaksa harus berhenti sementara. Mereka kuminta pulang dulu dan kusuruh datang pukul 8 malam untuk melanjutkan permainan. Mereka setuju.

Malamnya Jessica datang pertama kali. Karena aku tidak sabar begitu dia masuk dan aku menutup pintu, aku memeluknya dari belakang dan kuremas kedua payudaranya. Kudengar bel pintu. Aku melepaskan pelukanku dan kusuruh Jessica langsung ke kamar. Aku membuka pintu dan ternyata Robby telah datang. Langsung saja kami masuk kamar. Kulihat Jessica sudah tinggal memakai pakaian dalam saja sedang tiduran di tempat tidur. Kusuruh Robby untuk mencumbunya dulu. Robby langsung melepas pakaiannya dan ternyata dia tidak mengenakan BH hanya memakai kaos singlet dan CD.

Dia lalu menghampiri Jessica dan mendudukkannya. Dia lalu mencium Jessica dan tangannya melepas BH yang dikenakan Jessica. Sedangkan Jessica melepas kaos singlet yang dikenakan Robby dan aku yang berdiri hanya memakai gaun tidur tanpa pakaian dalam langsung terangsang. Kulepas gaun tidurku. Robby yang melihatku langsung turun dari tempat tidur diikuti Jessica. Robby mendorongku sampai ke tembok lalu mencium bibirku dan meremas payudara kiriku. Sedangkan Jessica jongkok di samping kakiku dan kaki Robby lalu menjilati vaginaku yang basah sambil tidak lupa tangan kirinya meremas kedua payudara Robby dan tangan kanannya meremas payudara kananku. Aku merasakan kenikmatan yang tiada duanya.

Baca Ceritasexbergairah Sebelumnya : Jualan Mobil Dapat Seks Bebas

Setelah beberapa menit Robby dan Jessica menjamah tubuhku dan aku sudah merasakan lemas, mereka berdua saling berpelukan dan saling menempelkan vaginanya. Mereka mendesah bersama-sama. Setelah itu Robby melepas pelukannya dan lalu naik ke tempat tidur. Dia tidur telentang dan Jessica menindihnya sambil menciumnya. Tangannya masuk ke vagina Robby dan mengocoknya perlahan-lahan. Mulutnya perlahan-lahan turun ke vaginanya. Sambil jarinya mengocok vagina Robby mulutnya juga menjilatinya. Aku yang sudah bergairah lagi ikut bergabung dengan mencium bibirnya yang kelihatannya akan mengeluarkan desahan. Kucium dan kujilat lidahnya. Dia membalas sambil tangannya menarik tanganku agar meremas kedua payudaranya. Kuremas kedua payudaranya dan tangannya juga meremas kedua payudaraku. Robby ternyata dapat bertahan lebih lama dariku dari jamahanku dan Jessica.

Sekarang giliran Jessica. Jessica tidur telentang dan payudara kirinya dihisap oleh Robby dan payudara kanannya kuhisap. Dia mendesah dan kedua tangannya juga membalas dengan meremas kedua payudaraku dan kedua payudara Robby secara bergantian. Jariku dan jari Robby lalu masuk ke vagina Jessica dan mengocoknya perlahan-lahan. Jessica ternyata akan mendesah lebih keras lagi sehingga bibirku dan bibir Robby berebutan untuk menahannya. Bibir kami berdua akhirnya berciuman sambil jari kami berdua kami keluarkan dari vagina Jessica dan naik ke atas berebutan kedua payudara Jessica. Kami berdua meremas kedua payudara Jessica dan ciuman kami turun ke bawah dan menjilati vagina Jessica. Jessica ternyata kalah dariku dalam bertahan.

Setelah beristirahat sebentar kami melanjutkannya lagi. Aku tidur di tengah berhadapan dengan Jessica dan Robby berada di belakangku. Kami mulai lagi dari awal dan tidak lupa bergantian posisi tengah, depan, belakang. Kami bercumbu sampai sekitar pukul 3 dini hari. Setelah itu kami tertidur pulas karena kelelahan. Dengan posisi aku dipeluk Robby dari depan dan Jessica dari belakang.

Pagi harinya aku terbangun dan kulihat Robby dan Jessica sudah tidak ada di tempat tidur. Kudengar desahan-desahan dari dalam kamar mandi. Aku bangkit dan berjalan ke kamar mandi. Kulihat Robby dan Jessica duduk berhadapan di bath tub yang penuh dengan busa sabun. Mereka berdua yang tubuhnya penuh dengan busa sabun sedang saling meremas kedua payudara mereka. Aku lalu berdiri di bawah pancuran dan kuhidupkan kran. Robby bangkit dari bath tub dan menutup kran pancuran. Dia lalu berdiri dibelakangku dan mengambil body shower. Diusapkannya body shower ke kedua payudaraku dari belakang dan kemudian meremas-remas kedua payudaraku. Aku membalik tubuhku dan membalas meremas kedua payudaranya.

Dia lalu meratakan body shower ke seluruh tubuhku kemudian memeluk tubuhku. Kemudian tangannya membuka kran pancuran lagi. Kami berdua saling melepaskan pelukan dan saling membilas tubuh kami dan juga meremas kedua payudara serta beberapa bagian tubuh yang lain. Setelah kami berdua bersih dari sabun dan busanya, Robby mematikan kran pancuran dan keluar dari kamar mandi sambil menggaet handuk. Aku masih berdiri dan melihat Jessica yang tidur di bath tub yang airnya sudah kering tinggal busa sabun yang menempel di tubuhnya. Kulihat kedua payudaranya dan lalu kuremas. Setelah itu kutindih tubuhnya dan kami pindah posisi. Aku sekarang di bawah dia di atas dan duduk dengan posisi kedua vagina kami saling menempel. Dia meremas-remas kedua payudaraku. Kemudian dia mengusap seluruh tubuhku dengan busa sabun yang menempel di tubuhnya. Kemudian dia menindihku dan membuka kran bath tub. Kami berdua saling membilas tubuh kami dan juga meremas kedua payudara serta beberapa bagian tubuh yang lain.

Setelah itu aku lebih dulu keluar dari kamar mandi setelah menghanduki tubuhku. Aku keluar dengan telanjang karena handuknya dipakai oleh Jessica. Robby ternyata tidak berada di kamar. Aku keluar dan kulihat Robby dengan melilitkan handuk di tubuhnya sedang berjalan ke arahku sambil membawa secangkir kopi. Kusongsong dia dan kucium dia sambil tanganku meraih cangkir dari tangannya. Kuletakkan cangkir ke meja yang ada di sebelah kami berdiri dan tanganku lalu melepas handuk yang dikenakan Robby. Kupeluk dia bersamaan dengan pelukan Jessica dari belakang. Aku ingin mulai dari awal lagi tetapi kudengar klakson mobil. Kami bertiga berhamburan cepat-cepat memakai kembali pakaian. Ternyata ayahku yang datang.

Hari itu kami tidak melanjutkan percumbuan karena ayahku seharian di rumah. Robby dan Jessica juga pulang ke kostnya masing-masing. Tetapi di hari-hari selanjutnya kami bertiga bercumbu kembali. Entah di rumahku pada saat sepi atau di tempat kost Robby atau di tempat kost Jessica. Tapi sejak awal bulan Agustus tahun 2000 lalu Jessica telah mempunyai pasangan cewek baru yang masih muda dan memutuskan berpisah denganku dan Robby. Perpisahan dirayakan dengan bercumbu semalam suntuk antara aku, Robby, Jessica dan ceweknya. Sejak itu aku hanya bercumbu dengan Robby. Begitulah pengalamanku bercumbu dengan sesama wanita.